Bagi anggota trah mbah Kerto Pawiro yang ada di perantauan baik Bandung,Jakarta ,Batam dan dimanapun berada sebaiknya bila ada waktu meluangkan diri untuk melengkapi foto copy ijazah dan sebagainya dengan foto copy yang sudaj dilegalisisir.Kadang-kadang banyak sesuatu yang mendadak seperti kebutuhan perlengkapan administrasi kerja,perpanjangan kontrak kerja atau kebutuhan yang lain dengan persyaratan fotocopy ijazah yang sudah dilegalisisr.

Bila untuk persyaratan tersebut kebanyakan dengan waktu yang sangat singkat sehingga bisa mempersulit atau menghambat karier dans ebagainya. Untuk itu luangkan waktu mempersiapkan foto copy ijazah dengan foto copy yang sudah dilegalisir secukupnya.Dan bila terpaksa melegalisir mendadak jangan lupa ijazah aslinya dilampirkan sebab hampir setiap sekolah yang dimintai legalisisr ketentuannya ijazah asli memang harus disertakan.

Demikian himbauan kepada keluarga besar trah Kertopawiro yang ada di rantau agar tidak menemui kesulitan dikemudian hari karena masalah foto copy ijazah yang harus dilegalisisir.

Hikmah :

Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyampaikan , “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”

Pak de Prapto, Pak dukuh Gandu,pak Nawiyo

Kang Sugeng , memberikan sambutan mewakili kang Sariman

Pembubaran panitia pernikahan mbak Lina Dwi Astuti AMd dilaksanakan pada malam Jum’at 29 Maret 2012 di rumah kang Sariman Singkar I.Acara di pandu kang Sugeng  sebagai wakil kang Sariman.Dalam sambutannya kang Sugeng menyampaiakn ucapan terima kasih atas bantuan dari seluruh panitia pernikahan mbak Lina semoga menjadi amal baik dan dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda.

Mewakili panitia bapak Sagi selaku dukuh Singkar I menyampaikan permohonan maaf kepada kang Sariman bila dalam membantu acara tersebut dari segenap panitia banyak kekurangan dan kurang pas.

Selesai sambutan bapak Sagi dilanjutkan lain-lain dan penutup .Selesai penutup segenap anggota panitia menikati makan malam dengan sayur lombok abang, tempe bacem , daging ayam serta mie goreng.

Demikian sekilas kegiatan penutupan panitia pernikahan mbak Lina Dwi Astuti dirumah kang Sariman Singkar I

Hikmah :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.( Q.S 7. Al-A’raaf ayat 96

Mbak Lina Dwi Astuti Amd buyut mbah Kerto Pawiro dari mbok Sinem dan pak de Sariman ,satu-satunya buyu yang mengadakan resepsi pernkahan mendapatkan ucapan dengan bunga dari Gubernur.

Pada pernikahannya yang dilangsungkan dib alai desa Kepek Wonosari Gunugkidul pada hari Ahad 18 Maret 2012 mbak Lina Dwi astuti AMd menikah dengan mas Andi Wira Alamsyah dari Makasar Sulawesi selatan.

Pada hari resepsi pernikahannya ucapan selamat memenuhi halaman balai dea Kepek ,Wonosari.Ucapan selamat tersebut antara lain berasal  dari :

1.Gubernur  provinsi Kepulauan Riau bapak Drs H Muhammad Sani,

2. Wakil Gubernur provinsi Kepulauan Riau bapak Dr. MH Soerya Respationo , SH, MH,

3.  Sekretaris Daerah provinsi Kepulauan Riau bapak Dr. H .Suhajar Diantoro M.Si ,

4.Kepala BPKKD provinsi Kepulauan Riau bapak Agus Ferijanto,AK,MM,

5. Kabag Keuangan Sekretaris Daerah provinsi Kepulauan Riau bapak Maizanul Ichwan S.Pi,

6. Bendahara Sekretaris Daerah provinsi Kepulauan Riau  bapak  Yudi Maryadi SE ,

7.Kepal. Biro Umum Sekretaris Daerah provinsi Kepulauan Riau  bapak  Misbardi S.Sos, M.Si

Keluarga besar Trah Kerto Pawiro mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian bapak bapak pimpinanProvinsi kepulauan Riau atas bantuannya baik moril maupun materiil sehingga pelaksanaan akad nikah dan resepsi antara mbak Lina Dwi Astuti AMd dengan mas Andi Wira Alamsyah bisa berjalan dengan lancer .Semoga amal baik bapak-bapak sekalian dibalas oleh llah SWT dengan balasan yang berlipat ganda.Amien

Semoga mbak Lina dan mas Andi Wira menjadi keluarga yang sakinah ma wadah wa rohmah.Amien

Hikmah :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.( Q.S 7. Al-A’raaf ayat 96)

!

Di bawah ini sebagian foto-foto pernikahan Mbak Lina Dwi Astuti dengan  mas Andi Wira Alamsyah di balai desa Kepek pada hari Ahad 18 Maret 2012;

Prosesi ijab kabul

Sebagian keluarga besar Mas Andi Wira Alamsyah bin Burhanuddin SE

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagian keluarga mas Andi Wira Alamsyah bin Burhanuddin SE lainnya

 

Sebagian tamu undangan yang datang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagian tamu undangan menikmati makanan dan minuman sayangnya sambil berdiri

Ucapan selamat Gubernur kepulauan Riau

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ucapan Selamat dari Wakil Gubernur Kep. Riau

Ucapan Selamat dari Kepala BPKKD Kep. Riau

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ucapan dari Sekretaris Daerah Kep. Riau

Ucapan dari Bendahara Sejretaris Daerah Prop. Kep. Riau

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ucapan Selamat dari Kabag Keuangan Setda Kep. Riau

Ucapan Selamat dari Kepala Biro Umum SETDA Prov. KEPRI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagian Keluarga bapak Sariman

 

Sebagian keluarga bapak Sariman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hikmah:

“Dan sesungguhnya Allah benar-benar akan menolong orang-orang yang menolong agama-NYa( Al-Hajj:40)

 

 

Gb.Prosesi akad nikah mabk Lina

Putri kang Sariman mbak Lina Dwi Astuti hari Ahad 18 Maret 21012 melaksanakan pernikahan dengan ijab kahbul dan resepsi di balai desa Kepek Wonosari. Lina Dwi Astuti dipersunting perjaka dari Makasar mas Andi Wira Alamsyah  bin Burhanuddin  SE .

Gb. Pengantin menunjukkan kartu nikah kepada para saksi dan undangan

Acara resepsi pernikahan dimulai sekitar jam 10.00 WIB dengan beberapa acara meliputi pembukaan, sambutan dan ucapan selamat datang dari keluarga bapak Sariman yang diwakili oleh bapak kepala dusun Singkar I bapak Sagi.Selesai ucapan selamat datang dilanjutkan penyerahan pengantin laki-laki dari keluarga besar bapak Bahrudin SE kepada keluarga bapak Sariman.

Penerimaan pengantin diwakili oleh kepala desa Wareng bapak Sakiyo S.Sos dan dilanjutkan acara prosesi akad nikah dengan naib ustazd AAM Sugasto MA dari Kantor Urusan Agama kecamatan Wonosari.

Setelah prosesi akad nikah dilanjutkan ucapan selamat kepada mempelai berdua dari keluarga besar bapak Burhanuddin SE ,keluarga bapak Sariman dan handai taulan serta tamu undangan.

Sekitar jam 13.00 WIB acara resepsi pernikahan selesai ,selanjutnya keluarga ,besar bapak Bahrudin SE kembali ke Makasar serta Jakarta sedangkan keluarga bapak Sarman kembali ke rumah masing-masing.

Demikian sekilas acara resepsi pernikahan mabk Lina Dwi Astuti dengan mas Andi Wira Alamsyah  semoga  menjadi keluarga yang sakinah ma wadah wa rohmah dan cepat mempunyai momongan sebanyak mungkin, minimal 5 ,agar bisa meneruskan trah Kerto Pawiro dalam berdakwah menyebarkan agama Islam.

Hikmah:

” Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Q.S . Ath Thalaaq ayat 3 )

Rumah mbah Kerto Pawiro atau mbah Sinem sekitar tahun delapan puluhan depan

GbRumah mbah Kerto Pawiro yang saat ini sepi tinggal Lik Surip dan mabh Padmo Kido

Rumah mbah Kerto Pawiro atau mbah Sinem amai dengan hiruk pikuk keluarga besar mbah Sinem atau mbah Kerto Pawiro. Ada kang Sangadi,kang Sugeng ,kang Sagi ,kang Gito kang Sarmin almarhum mbak Sakiyah,mbak Sakiyem mbak Samiyem dan sebagainya.

Sore hari dengan kang Sagi dan mas Gito nggoreng thiwul dan dimakan bersama terasa nikmat .mbah Kerto Pawiro atau Kerto Dhungul menikmati teh pahit di kamar tengah dengan mendengarkan radio merk NATIONAL berbaterai empat yang sudah mewah untuk ukuran saat itu.

Seperangkat Gamelan masih berada di ruang tengah yang kadang-kadang masih dipaai untuk sepel remaja -remaja saat itu seperti lik Tir Supo dan kawan -kawan.

Tiada hari tanpa keramaian, mbak Sakiyah sambil membawa JUN untuk mengambil air di sumur tua milik mbah Sinem ,mampir ngobrol dengan biyung ( mbah Sinem ) sambil nyambel bawang lalap mandhing dengan nasi thiwul dan gorengan kedelai dari wingko.

Tahun demi tahun  dengan berjalannya waktu semua pergi meninggalkan rumah mbah Sinem, kang Sangadi pulang ke Wareng dan menikah, kang Sugeng menikah dan berpisah dari biyung, kang Sagi ke Bandung, kang Gito ke Cirebon, mbak Sakiyem ke Purworejo dan sebagainya.

Mbah Kerto Dhungul akhirnya dipanggil Allah SWT ,rumah menjadi semakin sepi.Dan mbah Sinem pun menyusul mbah Kerto Dhungul, kemudian tinggal Lik Surip dan mbah Kido yang sudah ditinggalkan dik Titik Yulianti karena domisili di Jakarta, Saripun kemudian menikah dan lebih banyak di Nglipar karena suaminya juga anak tunggal.

Tinggal kini Lik Surip dengan mbah Kido sendiri, rumah yang dulu sangat ramai sekarang menjadi sangat Sepi apalagi di siang hari betul-betul tidak ada yang menempati. Sepi…..

Bila tidak disikapi dengan hati-hati maka Hari Valentine bisa berakibat fatal bagi generasi muda  khusunya dan bangsa Indonesia pada umumnya.Salah satu contohnya adalah timbulnya sex bebas karena hari kasih saying dianalogikan dengan saling menyayangi bahkan sampai hubungan sex dengan pasangannya walaupun mereka belum menikah.

Dengan adanya sex bebas di kalangan remaja maka akan banyak menimbulkan penyakit alat reproduksi dan tidak menutup kemungkinan penyaki HIV dan AIDS semakin banyak.Banyak Negara lain yang bisa kita pakai sebagai pelajaran,salah satunya yang terdekat dengan Negara kita Fiipina,sejak tenarnya Valentine  di negara itu ,walaupun pemerintahnya sudah aktif membagikan kondom kepada penduduknya  ,tetapi data dari Departemen of Healty (DOH) Filipina, setiap dua hari sekali terdapat dua kasus penularan penyakit reproduksi, angka ini semakin meningkat selama masa Valentine. Sejak tahun 2000 kasus penularan penyakit ini 10 kasus per bulan dan pada tahun 2009 meningkat hingga 65 kasus per bulan.

Negara kita seharusnya belajar dari  Filipina dengan merebaknya penyakit kelamin tersebut, tetapi yang kita lihat justru ikut menyemarakkan Valentine day dengan  Promo kondom dibalik Coklat yang telah merebak beberapa pekan sebelum perayaan Valentine day’s .

Dari data di lapanganValentine day justru banyak dirayakan oleh remaja khususnya usia 18 tahun kebawah, sehingga promo ini justru menjadi kontra produktif dengan program peningkatan akses kesehatan .Hasil survei yang dilansir DKT Indonesia yang dilakukan pada Mei 2011 dengan cara wawancara langsung terhadap 663 responden di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali menyatakan, 39 persen anak baru gede (ABG) kota besar pernah melakukan seks bebas. Responden ABG usia antara 15-19 tahun pernah berhubungan seksual, dan 61 persen sisanya berusia antara 20-25 tahun.

“Pemerintah harus turut gencar mensosialisasikan dampak dari pergaulan bebas yang saat ini merebak di kalangan remaja, jangan sampai program pemerintah dalam pengentasan kependudukan malah berbalik melegalkan pergaulan bebas.Bila pemerintah secara tidak langsung melegalkan kondom ,maka pergaulan dan sex bebas akan menimpa anak-anak kita, dan hancurlah generasi muda kita yang menjadi penerus bangsa Indonesia.

 

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)

Oleh: azzamudin | Februari 6, 2012

Mendoakan Almarhum Bapak Somo

Jama'ah pengajian mendo'akan mbah Somo Almarhum

Keluarga bapak mbah Kaijah baru saja mengadakan do’a bersama untuk almarhum bapak Somo.Keluarga mas Gito dari Cirebon, mas Jumakir, mas Sadiran mas Paimin dari Jakarta sejak sehari sebelumnya sudah berdatangan di rumah mbah Kaijah.

Bakdo sholat Isyak hari Ahad 5 Februari 2012 jama’ah bapak Nawiyo dan bapak Mulyorejo sedah berdatangan di rumah mbah Kaijah.Setelah kang Sugeng dan bapak Nawiyo  menyampaikan pengantar maka acara do’a diteruskan dengan diimamai oleh bapak Mustam kesra desa Wareng dan bapak Mulyorejo .

Selesai do’a dilanjutkan dengan menikmati hidangan makan dengan lauk daging sapi.

Seluruh keluarga trah KertoPawiro  hampir semuanya datang sambil silaturahmu dan mendoakan almarhum mbah Somo.

Selama sekitar 2 hari rumah mbah Kaijah ramai dari anak cucu baik dari Wareng maupun dari luar Wareng.Semoga acara ini menjadi acara silaturahmi antar keluarga Trah Mbah Karto Pawiro sehingga selain menambah persaudaraan juga menambah rezeki dari Allah SWT

Hikmah:

“Umatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhu.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Oleh: azzamudin | Desember 22, 2011

Yuk Naik Ke Puncak Gunung Nglaggeran Patuk Gunungkidul

Azzam dan Fatimah di puncak Gunung NGlanggeran

Gunung NGlaggeran Patuk Gunungkidul merupakan salah satu obyek wisata di Gunungkidul.Bagi yang seka berpetualang naik gunung maka tempat ini sangat cocok melihat lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Wonosari.

Sambil mengikuti kegiatan sekolah yang mengadakan lomba kegiatan TPA se desa Nglanggeran sekaligus untuk refresinang setelah setiap hari masuk sekolah bahkan sampai jam lima sore, maka penulis serta Ahmad Azzamudin dan Fatimah Azzahro’ mencoba naik ke puncak gunung Nglanggeran.

Awalnya tidak ada niatan naik tetapi setelah Azzam dan Fatimah mengikuti rombongan di depan ikut naik akhirnya saya juga mengikuti di belakangnya naik ke puncak.

Jalan yang terjal ,kadang-kadang dibantu dengan tali serta tangga dari kayu menjadi tantangan tersendiri untuk bisa sampai puncak.

Setelah sampai puncak ,sambil menikmati pemandangan kota Wonosari dan Yogyakarta dari kejauhan kami makan siang serta minum dari bekal yang dibawa dari bawah.

Angin yang semilir dan pemandangan yang indah serta tebing gunung di sebelahnya yang sangat cantik membuat seolah-olah enggan untuk turun .tetapi mengingat cuaca yang agak mendung serta sepeda motor yang dititipkan di tempat parkir di bawah maka kamipun turun juga.

Ahmad Azzamudin  dan Fatimah Azzahro walaupun terlihat lelah tetapi dari raut wajahnya terlihat kepuasan melihat pemandangan di sekitarnya.

Semoga gunung NGlanggeran menjadi sarana wisata keluarga yang murah di Gunungkidul untuk menghilangkan kepenatan sehari-hari bagi keluarga kita.

Lihat Foto-Foto Lainnya Di  Sini     dan Di   Sini

Hikmah:

“Barangsiapa berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah kuku-kukunya. “(HR. Muslim)

Oleh: azzamudin | November 25, 2011

Pak Nawiyo dan Mbak Titik Pulang Dari Tanah Suci

Gb.Pak Nawiyo sesampai di depan rumah

Pak Nawiyo dan mbak Titik pada hari Kamis 24 Nopember 2011 kembali dari menunaiakan Ibadah Haji di Mekah Al-Mukaromah.Keluarga sejak Kamis sore sudah sibuk menyiapkan segala sesuatu unutk penyambutan beliau berdua.Tempat ruang tamu depan diberesi ,jamuan makan untuk tamu serta minum snak dan sebagainya.

Setelah sholat Isya’ sebagian handai taulan dari Trah KertoPawiro sudah mulai berkumpul di teras depan.Pak Haji Bambang Suwiyanto sebagai penjemput di sewoko Projo sudah siap dengan sedan kesayangannya siap menjemput ke Sewoko Projo.Mobil lainnya milik mas Wanto mas  Parjono dan sebagainya juga sudah disiapkan untuk keluarga dan tetangga yang ingin menjemput ke Sewoko Projo.

Keluarga dari Dlingo Bantul menyambut pak Nawiyo dan mbak Titik

Jam sembilan malam pak H Bambang dan pak Wadiyo berangkat menuju Sewoko Projo dan setelah memarkir mobil di taman parkir langsung menuju gedung Sewokoprojo dengan menunjukkan surat undangan kepada petugas penjaga pintu Gerbang.

Sekitar jam sebelas malam rombongan jama’ah Haji dari Gunungkidul sudah datang di lokasi dengan 8 armada bus.Satu persatu jama’ah Haji turun dari bus dan menyerahkan tas bawaan kepada penjemput masing-masing.Rombongan jama’ah haji selanjutnya menempati kursi yang sudah disediakan oleh panitia.

Setelah jama’ah haji menempati kursi yang sudah disediakan maka acara penerimaan jama’ah haji dimulai dengan pembukaan dilanjutkan penerimaan dan sambutan dari Bupati Gunungkidul Ibu Hajah Badingah  S Sos.

Selesai sambutan dan penerimaan dilanjutkan penutupan dan do’a yang diimami oleh KH Haris Masduki MA .Selesai do’a  masing -masing jama’ah haji kembali ke rumah masing-masing .Pak Nawiyo dan mbak Titik keluar dari SewokoProjo menuju taman parkir untuk selanjutnya dengan menaiki mobil bapak H Bambang Suwiyanto menuju masjid Al-Jatsiyah .

Di masjid Al-Jatsiyah sudah menunggu jama’ah masjid baik bapak-bapak maupun ibu-ibu yang siap menyambut kedatangan pak Nawiyo berdua.

Sesampai di Aljatsiyah seluruh jama’ah menyalami beliau berdua dan melepas rindu setelah sekitar 40 hari tidak ketemu.Pak Nawiyo kemudian melaksanakan sholah sunah dan selesai sholat Sunah kemudian menuju rumah beliau .di rumah beliau sudah menunggu keluarga baik di Wareng maupun dari Dlingo Bantul .

Sesampai di rumah beliau semua yang hadir saling menyalami dan melepas kangen ,yang kemudian masuk ke ruang tamu untuk ramah-tamah makan dan minum serta menikmati hidangan keluarga.Setelah itu kemudian pak Nawiyo menutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan minum air zam-zam bersama.

Sekitar jam dua malam sebagian tamu undangan kemudian minta pamit untuk pulang dan sebagian masih beramah tamah dengan beliau berduan

Demikian sekilas kepulangan bapak Nawiyo dan mbak Titik dari tanah suci pada hari Kamis 24 Nopember 2011.Semoga menjadi Haji yang MABRUR yang akan dibalas oleh Allah dengan balasan Surga.

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.